Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984
Oleh: Rifandi S. Nugroho | Kamis, 28 Juni 2018
Di Indonesia, Friedrich Silaban adalah satu dari sedikit arsitek yang berkarya dan menyimpan arsipnya dengan baik sehingga dapat dipelajari, dikatalogkan, dan diwacanakan sebagai pengetahuan. Melalui arsipnya, berbagai sejarah penting di Indonesia dapat dibaca melalui persinggungan karya-karyanya dengan kebudayaan nasional, seni rupa, tata kota, dan konteks lain di luar arsitektur. Melalui arsipnya pula, nama besar F. Silaban yang lekat dengan proyek-proyek monumental di awal kemerdekaan dapat dikenal dengan lebih dekat sebagai seorang manusia biasa, yang berproses dengan berbagai latar belakang; bakat, keluarga, lingkungan sosial, latar pendidikan, wawasan, dan zaman.
Pameran Friedrich Silaban, Arsitek: 1912-1984 – yang digelar di Galeri Nasional Indonesia pada tanggal 7 hingga 24 November 2017 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan dalam mempelajari, melestarikan, menyiarkan pengetahuan yang terkandung dalam catatan kehidupan dan karir arsitek Friedrich Silaban. Upaya ini telah dirintis sejak tahun 2007 melalui serangkaian kegiatan yang digagas oleh jejaring modern Asian Architecture Network (mAAN). Melalui inisiatif tersebut, Setiadi Sopandi yang hingga kini bertindak sebagai kurator Arsip F. Silaban, dengan dibantu oleh berbagai pihak, mengupayakan langkah-langkah untuk mempelajari sekaligus melestarikan arsip peninggalan Friedrich Silaban dengan mencatat dan menuliskannya ke dalam berbagai bentuk publikasi, menyusun katalog, hingga mengalihmediakan gambar-gambar dan dokumen F. Silaban ke dalam format digital.
Berbagai upaya selama lebih dari sepuluh tahun ini mendapatkan momentum puncaknya pada tahun 2017 ketika serangkaian produk dari kerja pengarsipan, penelitian, dan publikasi diluncurkan secara berurutan. Mulai dari dibukanya akses terhadap publik koleksi arsip digital F.Silaban di situs arsitekturindonesia.org hingga diterbitkannya buku riwayat hidup “Friedrich Silaban” (Gramedia Pustaka Utama, 2017) yang berisi perjalanan hidup dan karya-karya yang ditempatkan dalam konteks sejarah dan wacana arsitektur di Indonesia.
Untuk melengkapi rangkaian ini, Pusat Dokumentasi Arsitektur Indonesia, dengan produser utama pameran Nadia Purwestri dan Febrianti Suryaningsih, bekerjasama dengan kurator Setiadi Sopandi dan Avianti Armand meluncurkan pameran bertajuk “Friedrich Silaban, Arsitek 1912- 1984” untuk membawa sosok penting dalam sejarah nasional (dan arsitektur) Indonesia ke dalam wacana kebudayaan di Indonesia saat ini. Isi pameran ini didasarkan pada buku biografi tersebut dengan menampilkan narasi lima babak kehidupan F. Silaban yang suasananya dibangun melalui dokumen, arsip, dan benda-benda yang dekat dengan kehidupan pribadi dan profesional F. Silaban.
Pameran dibuka melalui fragmen 1 yang bertajuk “Menjadi Silaban”. Fragmen ini menampilkan Silaban dalam sebuah sosok, figur yang ditempa melalui pendidikan, keluarga, serta pengalaman yang kaya. Fragmen ini mengisahkan jalan hidup F. Silaban yang melalui tiga zaman: masa akhir kolonial, masa awal kemerdekaan, hingga masa Orde Baru. Fragmen 2, “Soekarno dan Silaban” menampilkan kedekatan dan hubungan profesional di antara kedua tokoh besar Indonesia dan peran mereka dalam memberikan wajah baru bagi Ibukota Jakarta. Fragmen 3, “Monumen” menampilkan gambar-gambar dari proyek-proyek institusional kenegaraan yang ditugaskan kepada Silaban pada kurun waktu 1958-1965. Fragmen 4, “Istiqlal” menampilkan peran dan berbagai upaya F. Silaban dalam perjalanan mewujudkan masjid nasional selama lebih dari dua dekade. Fragmen 5 “Akhir” merupakan penggambaran suasana kehidupan dan profesional F. Silaban selepas revolusi kepemimpinan nasional pada tahun 1965- 1966 yang diawali dengan berbagai kesukaran.
Pameran ini menegaskan banyaknya persinggungan antara berbagai tempat, peristiwa, dan wacana (kebudayaan dan arsitektur) di Indonesia dengan sosok F. Silaban yang mungkin selama ini tidak banyak disadari. Terutama melalui beberapa peristiwa dan gejolak sosial politik yang terjadi belakangan ini, kita bisa memperoleh cerminan dari sebuah gagasan dan upaya besar dalam membentuk wajah dan identitas Indonesia yang merambah – tidak hanya urusan politik– namun juga pembangunan kebudayaan nasional kita melalui seni rupa, rancang bangun, serta tata kota.
Acara ini difasilitasi oleh Direktorat Sejarah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia dan Galeri Nasional Indonesia. Tata ruang pamer dirancang oleh Andro Kaliandi, Fauzia Evanindya, Arief Yunianto, Felia Hanifa, Rama Dwiwahyu, dan Yasmin Azizah dari FFFAAARRR. Olah grafis dirancang oleh Ismiaji Cahyono, Anastasia Bisenty, Anastasius, dan Melvin Jr. dari SUNVisual. Produksi pameran dipimpin oleh Nadia Purwestri dan Febrianti Suryaningsih dibantu Esti Handayani, Eko Mauladi, dan Muniyarti dari Pusat Dokumentasi Arsitektur.
Total 243 obyek ditampilkan di dalam pameran ini yang terdiri dari gambar-gambar asli dari belasan karya arsitektur, foto-foto asli, berbagai dokumen dan obyek asli dari arsip F. Silaban, Bogor. Koleksi arsip digital ini menampilkan dokumentasi proses pengarsipan, gambar-gambar arsip, dan foto-foto selama pameran berlangsung di Galeri Nasional Indonesia.


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 1-1 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip Fragmen 1: Menjadi Silaban. Friedrich Silaban merupakan sosok yang utuh yang tidak memiliki banyak wajah. Kepribadiannya terbentuk dengan moral yang tak lengah dan etos kerja yang tinggi. Sosok profesional dan pribadinya dibentuk oleh beberapa hal yang ditumbuhkan sepanjang hayat, diantaranya adalah bakat, keluarga, lingkungan sosial, latar pendidikan, wawasan, dan zaman. Fragmen 1-1 ini kumpulan arsip dan artefak yang berhubungan dengan keluarga Silaban. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 1-2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip Fragmen 1-2: kumpulan arsip yang berhubungan dengan perjalanan arsitek Friedrich Silaban. Berisi sketsa, perjalanan ke Belanda, Jepang, India, dan Amerika Serikat. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 1-3 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip Fragmen 1-3: kumpulan arsip yang berhubungan dengan karir arsitek Friedrich Silaban; Peralatan gambar, Foto siswa di Koningin Wilhelmina School, ijazah diploma, buku seni bangunan dan profesi. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 1-4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Fragmen 1-4: kumpulan arsip yang berhubungan peran dan karya-karya awal arsitek Friedrich Silaban. Berisi benda-benda, pas foto, arsip Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Bogor, arsip Sekolah Menengah Atas Pertanian Bogor, arsip Taman Makam Pahlawan Kalibata, kartu nama Friedrich Silaban, kartu pensiun Friedrich Silaban sebagai pegawai dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Bogor, paspor istana, kartu Dewan Perancang Nasional, piagam penghargaan Bintang Jasa Presiden RI, foto udara kawasan Bonandolok. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke Kanan: Potongan koran “Bendera Islam”, Juli 1955, memberitakan hasil sayembara rancangan Masjid Istiqlal, amplop surat dari presiden Soekarno kepada Friedrich Silaban, sebuah katabelece (surat pendek) dari Presiden Soekarno kepada Friedrich Silaban yang meminta pertimbangannya atas “bakat seseorang yang berminat pada perancangan arsitektur interior”, foto Friedrich Silaban bersama Soekarno pada pertengahan dekade 1950, sebuah nota dari Presiden Soekarno kepada Friedrich Silaban perihal penyediaan lahan bagi sebuah proyek, menggunakan kertas berkop surat kantor Perdana Menteri. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip foto Presiden Soekarno menyalami Friedrich Silaban dalam acara pengumuman pemenang sayembara perancangan Tugu Nasional, 1955 (kiri atas), foto di Istana Bogor pada pertengahan dekade 1950 (kiri bawah), dan Sketsa memo Presiden Soekarno kepada Friedrich Silaban menunjukkan gagasan massa sebuah bangunan perkantoran di lahan berbentuk trapesium, tepat di latar monumen yang disebut sebagai Tugu Tani saat ini (kanan). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Foto album liputan kunjungan Presiden Soekarno ke proyek Hotel Banteng, sekitar 1963. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip Foto-foto kunjungan Presiden Soekarno dan Hartini ke kediaman Friedrich Silaban, Jalan Gedung Sawah, Bogor, 1960. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 3 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke kanan: Menteri Pertanian Thoyib Hadiwidjaja merekomendasikan dua nama arsitek lansekap dari Departemen Pertanian – Macjudi dan Ramelan - kepada Friedrich Silaban untuk mengerjakan lansekap proyek Masjid Istiqlal, 26 Juli 1976; Surat penagihan jasa pekerjaan perencanaan dari N.V. Silaban kepada proyek Masjid Istiqlal, 2 Oktober 1972. An invoice from N.V. Silaban to Istiqlal Mosque project, 2 October 1972; “Masjid Istiqlal dan Perkembangannya”, disusun oleh Pelaksana Pembangunan Masjid Istiqlal pada tahun 1972, menegaskan dukungan Presiden Soeharto atas kelanjutan pembangunan proyek Masjid Istiqlal. Foto menampilkan kunjungan pertama Presiden Soeharto ke Masjid Istiqlal tahun 1972; Berkas-berkas perjalanan Friedrich Silaban ke Teheran dan Kairo dalam rangka mencari pembuat karpet pelapis lantai gedung utama Masjid Istiqlal. Kiri ke kanan: Surat terbuka yang ditulis oleh Friedrich Silaban untuk menjelaskan runutan keterlibatannya serta hal-hal yang terjadi (dan tidak terjadi) sejak penetapannya sebagai pemenang sayembara Masjid Istiqlal tahun 1955 hingga tahun 1962; Laporan perjalanan tim pembangunan Masjid Istiqlal ke Jerman; Foto maket rancangan Masjid Istiqlal yang merujuk pada rancangan pertama Friedrich Silaban sewaktu mengikuti sayembara di tahun 1954-1955; Sekretariat Negara menetapkan jumlah dan hitungan honor bulanan bagi pejabat-pejabat pimpinan pelaksana pembangunan Masjid Istiqlal – Soedarto dan Friedrich Silaban – pada tahun 1971-1972. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur; Arsitekturindonesia.org |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke kanan: Menteri Pertanian Thoyib Hadiwidjaja merekomendasikan dua nama arsitek lansekap dari Departemen Pertanian – Macjudi dan Ramelan - kepada Friedrich Silaban untuk mengerjakan lansekap proyek Masjid Istiqlal, 26 Juli 1976; Surat penagihan jasa pekerjaan perencanaan dari N.V. Silaban kepada proyek Masjid Istiqlal, 2 Oktober 1972. An invoice from N.V. Silaban to Istiqlal Mosque project, 2 October 1972; “Masjid Istiqlal dan Perkembangannya”, disusun oleh Pelaksana Pembangunan Masjid Istiqlal pada tahun 1972, menegaskan dukungan Presiden Soeharto atas kelanjutan pembangunan proyek Masjid Istiqlal. Foto menampilkan kunjungan pertama Presiden Soeharto ke Masjid Istiqlal tahun 1972; Berkas-berkas perjalanan Friedrich Silaban ke Teheran dan Kairo dalam rangka mencari pembuat karpet pelapis lantai gedung utama Masjid Istiqlal. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 3 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke kanan: berkas-berkas perjalanan Friedrich Silaban ke Teheran dan Kairo dalam rangka mencari pembuat karpet pelapis lantai gedung utama Masjid Istiqlal; Surat tugas kepada Friedrich Silaban untuk melakukan perjalanan ke Teheran, Kairo, Berlin, dan Kuala Lumpur dalam rangka mencari materi interior mimbar dan mihrab serta kontrak pekerjaan pembuatan permadani bagi Masjid Istiqlal, 13 Juni 1972; Sketsa Friedrich Silaban untuk area mihrab dan mimbar Masjid Istiqlal, dalam rangka menentukan rancangan karpet dan dekorasi; Daftar inventaris barang-barang dalam mobil dinas milik kantor Pelaksana Pembangunan Masjid Istiqlal. List of inventory on properties in vehicle owned by the Istiqlal Mosque Project Management. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 3 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke kanan: Foto-foto perkembangan pekerjaan pembangunan Masjid Istiqlal ketika mulai memasuki tahap finishing, Agustus 1973; Menjelang penyelesaian proyek (pertengahan 1975), pengelola proyek Masjid Istiqlal menemui kesulitan karena perhitungan honor bagi PT Indah Karya – pihak yang bertanggungjawab untuk menggambar rencana konstruksi sipil – tidak lagi memadai. Keempat pihak – Friedrich Silaban (arsitek), PT Virama Karya (gambar arsitektur), Roosseno Soerjoehadikoesoemo (insinyur konstruksi/ sipil), PT Indah Karya (gambar konstruksi/ sipil) – dibayar dalam satu paket pembayaran yang didasarkan pada persentase dari nilai anggaran. Kebetulan Roosseno sebagai perencana konstruksi sudah hampir tidak aktif karena telah mengerjakan tugas-tugasnya di awal proses. Roosseno mengambil inisiatif dengan mengundurkan diri dan memberikan persentase honorariumnya kepada PT Indah Karya; Surat dari Proyek Lanjutan Pembangunan Masjid Istiqlal, Friedrich Silaban, kepada Sekretariat Negara untuk menolak permintaan melakukan melapis selasar utama (yang akan dilalui oleh Presiden Soeharto) karena pertimbangan pemeliharaan. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 3 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke kanan: Surat dari Proyek Lanjutan Pembangunan Masjid Istiqlal, Friedrich Silaban, kepada Sekretariat Negara untuk menolak permintaan melakukan melapis selasar utama (yang akan dilalui oleh Presiden Soeharto) karena pertimbangan pemeliharaan; Para pekerja mengepel lantai selasar Masjid Istiqlal setelah proses pemasangan pelapis lantai dan dinding marmer selesai, menjelang peresmian tahun 1978; Mihrab Masjid Istiqlal sesaat sebelum peresmian tahun 1978 (kedua-atas); Friedrich Silaban dan Soedarto (kepala Pelaksana Pembangunan Masjid Istiqlal) menemui Presiden Soeharto, sekitar 1970; Surat bagi Friedrich Silaban dari seorang pengagum yang tidak dicantumkan namanya, 20 Agustus 1977; Kuitansi pembayaran honorarium N.V. Silaban untuk pekerjaan pendampingan dan perencanaan proyek pembangunan Masjid Istiqlal. Sejak bergulirnya proyek pembangunan Masjid Istiqlal pada tahun 1961, pembayaran honorarium arsitek, pembuat gambar-gambar perencanaan arsitektur, insinyur sipil, serta pembuat gambar-gambar perencanaan struktur dilakukan dengan cara menetapkan nilai persentase yang sesuai dengan bobot pekerjaan masing-masing ahli. Nilai honorarium yang diterima bervariasi sesuai dengan berapapun anggaran yang dicairkan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan karena proyek pembangunan yang memakan waktu lama dan sempat mengalami masa krisis ekonomi dan inflasi yang tinggi. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 3 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke kanan: Catatan perhitungan anggaran pembangunan Masjid Istiqlal yang mulai awal dekade 1970 dibebankan pada anggaran pembiayaan dan belanja negara tahunan; Pemasangan langit-langit (plafon) kubah dari bahan stainless steel, sekitar 1982-1983; Dua pucuk surat korespondensi antara seorang mahasiwa dari Universitas Kristen Petra, menanyakan Friedrich Silaban perihal penentuan bentuk atap dari Masjid Istiqlal. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Gambar denah lantai 1 (gambar nomor 3) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Gambar denah lantai 1 (gambar nomor 3) memperlihatkan ‘emper raksasa’ yang belum terbelah dua oleh keberadaan koridor yang menuju ke ‘gedung pendahuluan’. Pada rancangan awal bangunan utama, terdapat dua deret lingkaran kolom silinder di ruang utama. Deret dalam – dengan garis tengah 45 meter - terdapat 24 buah kolom silinder yang ramping. Deret lingkaran luar memiliki garis tengah 75 meter yang berhimpin sebangun dengan keempat sisi denah bujur sangkar gedung utama. Deret lingkaran luar memiliki 4 kelompok kolom – dengan masing kelompok memiliki 4 kolom – yang terletak di empat sudut denah bujur sangkar gedung utama. Pada rancangan terbangun, kolom silinder hanya berjumlah 12 buah. Pada notasi juga tertera sumbu-sumbu orientasi perencanaan; sumbu yang mengarah ke qiblat dan sumbu yang mengarah ke Tugu Nasional; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Denah Umum Rencana Basement (gambar 2) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Denah rencana tapak (gambar nomor 2) yang memperlihatkan gagasan untuk membebaskan lantai dasar Masjid Istiqlal dengan meletakkan bangunan toilet di luar bangunan. Pada rencana awal ini, lantai dasar masih belum memiliki dinding penyekat ruang-ruang karena belum memiliki program ruang yang spesifik; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah Tugu Nasional, 1954 (tidak terbangun). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Bank Indonesia Thamrin, Bank Indonesia Thamrin |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, 1958 (terbangun). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah Tugu Nasional, 1960 (tidak terbangun). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Monumen Pembebasan Irian Barat, Monumen Pembebasan Irian Barat |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah Monumen Pembebasan Irian Barat, Lapangan Banteng, Jakarta, 1962 (terbangun). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Gedung Perintis Kemerdekaan, Gedung Pola |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah Gedung Pola, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta, 1960-1961(terbangun). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Mabes TNI AU, Mabes Angkatan Udara RI |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah Markas Besar Angkatan Udara (MBAU), Pancoran, Jakarta, 1964 (terbangun sebagian). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Kejaksaan Agung, Kejaksaan Agung |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah gambar perspektif Departemen Kejaksaan, Jalan Panglima Polim Raya (dulu Jalan Sultan Hasanuddin)/ Jalan Kyai Maja, Jakarta, 1961 (terbangun sebagian) |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah bangunan Teater Nasional, Medan Merdeka Barat(tidak terbangun). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | BNI Jakarta Kota, BNI Kota |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah bangunan Bank Nasional Indonesia (BNI 46), Jalan Lada, Jakarta, 1960-1961 (terbangun). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 5 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Foto arsip: Berkas surat lamaran Friedrich Silaban yang kemungkinan besar ditujukan kepada Alvaro Ortega, profesor Universitas Harvard yang juga menjabat sebagai penasehat di Center for Housing, Building and Planning di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York (atas). Surat jawaban resmi dari Alvaro Ortega kepada Friedrich Silaban yang menyatakan bahwa ketiadaan lowongan atas posisi yang dimohonkan. Namun Alvaro Ortega menyertakan borang (formulir) Personal History Statements untuk diisi dan dikirimkan kembali sebagai rujukan di masa yang akan datang (bawah kiri). Borang (formulir) Personal History Statements yang telah diisi oleh Friedrich Silaban. Kemungkinan besar Friedrich Silaban mengirimkan versi salinan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York. (bawah kedua dan ketiga dari bawah-kiri). Reproduksi foto medali tanda penghargaan sayembara perancangan Masjid Istiqlal yang diterima Friedrich Silaban tahun 1955 beserta lembar penjelasannya. Foto dan penjelasan ini dibuat dalam rangka kelengkapan Personal History Statements (keempat dan kelima dari bawah-kiri). Surat balasan dari A.F. Wagensiel, pejabat administrasi Technical Assistance Recruitment Service, Office of Personel, Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, kepada Friedrich Silaban. (bawah kanan) |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 5 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto adalah perspektif eksterior rancangan Masjid Raya Palu, Sulawesi Tengah, 1977 (tidak terbangun)(kiri). surat notulen dan penjelasan Friedrich Silaban kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Albertus Maruli Tambunan, menjelaskan pandangan atas kunjungannya ke Palu tanggal 12-14 Maret 1977. Gubernur Sulawesi Tengah menugaskan Friedrich Silaban untuk merancang sebuah masjid raya bagi Kota Palu (kanan). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 5 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip pada foto: Terhitung sejak Mei 1965, Friedrich Silaban mengundurkan diri dan menyatakan pensiun dari dinas tetap sebagai Pegawai Tinggi Teknik Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kotapraja Bogor (atas-kiri). Friedrich Silaban telah bekerja bagi dinas tersebut sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa kemerdekaan (bawah-kiri). Friedrich Silaban sempat mengampu mata kuliah Profesi dan Tata Laku di Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia pada tahun 1980. Album foto tahun-tahun terakhir Friedrich Silaban, 1983-1984, dihabiskan bersama keluarga merawat kesehatannya yang menurun karena gangguan kemih dan pencernaan. Sepanjang awal tahun 1984 kondisinya tidak memungkinkannya bekerja dan beraktifitas seperti biasa. Friedrich Silaban menghembuskan nafas terakhir pada 14 Mei 1984 di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta (atas-kanan), Obituari Friedrich Silaban yang terbit di berbagai media Indonesia di tahun 1984 (bawah-kanan). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Sketsa Susunan Arsip Fragmen 1 |
DESKRIPSI | Sketsa kurator pameran untuk susunan arsip di dalam bingkai fragmen satu. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Sketsa Susunan Arsip Fragmen 1 |
DESKRIPSI | Sketsa kurator pameran untuk susunan arsip di dalam bingkai fragmen satu. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Sketsa Susunan Arsip Fragmen 1 |
DESKRIPSI | Sketsa kurator pameran untuk susunan arsip di dalam bingkai fragmen satu. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Sketsa Susunan Arsip Fragmen 2 |
DESKRIPSI | Sketsa kurator pameran untuk susunan arsip di dalam bingkai fragmen dua. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Sketsa Susunan Arsip Fragmen 2 |
DESKRIPSI | Sketsa kurator pameran untuk susunan arsip di dalam bingkai fragmen dua |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Buku biografi Silaban di dalam ruang pamer Gedung D, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Foto pada gambar adalah ruang fragmen 4: Monumen. Menceritakan kurun waktu 1957-1965 sebagai masa-masa yang tidak kenal lelah bagi Friedrich Silaban. Ia menangani puluhan bangunan institusional penting Indonesia. Kesempatan itu juga ia manfaatkan untuk mengembangkan bahasa bentuk arsitektur modern yang tanggap terhadap iklim tropis; matahari dan hujan serta angin. Dalam bahasa itu, ia menegaskan wajah wibawa negara dengan kolom-kolom beton yang menjulang tinggi. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada foto adalah potongan figur F. Silaban dan Soekarno serta wall text yang berjudul Menjadi Silaban di area fragmen 1. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada foto adalah ruang fragmen 1 yang diberi judul F. Silaban. Menceritakan latar belakang biografi F. Silaban sendiri, mengenai hubungannya dengan bakat, keluarga, lingkungan sosial, latar pendidikan, wawasan, dan zaman. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada foto adalah ruang fragmen 1 yang diberi judul F. Silaban. Menceritakan latar belakang biografi F. Silaban sendiri, mengenai hubungannya dengan bakat, keluarga, lingkungan sosial, latar pendidikan, wawasan, dan zaman. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada foto adalah ruang fragmen 5 yang diberi judul akhir, menceritakan tentang pergantian kekuasaan pada 1965-1966 yang memberi banyak dampak pada karir F. Silaban. Banyak proyek tertunda, dibatalkan, dan bahkan tidak jelas kelanjutannya. Setelah beberapa tahun tanpa pekerjaan, Friedrich Silaban kembali bekerja dan menghasilkan proyek-proyek yang menarik, meskipun berada di bawah bayang-bayang besar masa lalunya. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada foto adalah ruang fragmen 5 yang diberi judul akhir, menceritakan tentang pergantian kekuasaan pada 1965-1966 yang memberi banyak dampak pada karir F. Silaban. Banyak proyek tertunda, dibatalkan, dan bahkan tidak jelas kelanjutannya. Setelah beberapa tahun tanpa pekerjaan, Friedrich Silaban kembali bekerja dan menghasilkan proyek-proyek yang menarik, meskipun berada di bawah bayang-bayang besar masa lalunya. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung sedang memperhatikan Arsip-arsip F. Silaban di ruang fragmen 1: Menjadi Silaban. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada foto adalah ruang pamer fragmen 1 yang berjudul "Menjadi Silaban". |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pada foto adalah ruang fragmen 4 yang berjudul monumental. Terlihat pada bingkai arsip proyek sayembara Tugu Nasional yang tidak terbangun. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Wall text judul pameran dan grafis di dinding yang diperbesar dari buku catatan dan sketsa F. Silaban di ruang pamer gedung D, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984 di Galeri Nasional Indonesia |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Suasana ruang pamer di gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Koridor Masjid Istiqlal |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Foto koridor Masjid Istiqlal yang digunakan sebagai materi grafis fragmen 3 pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984. Pada pameran ini Masjid Istiqlal ditempatkan dalam sebuah fragmen tersendiri. Masjid Istiqlal adalah separuh hidup Friedrich Silaban. Sejak tahun 1955, selama lebih dari 24 tahun, Friedrich Silaban hampir tidak putus mengawal perwujudan mahakaryanya hingga menjelang akhir hayatnya. Meskipun dirundung berbagai kesulitan – mulai dari kesulitan teknis, kekurangan dana, hingga krisis ekonomi dan politik – Masjid Istiqlal ini akhirnya memperoleh restu rezim politik yang baru. Pekerjaan besar ini kemudian, dengan pelan namun pasti, memperoleh wujudnya. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Koridor Masjid Istiqlal |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Foto koridor Masjid Istiqlal yang digunakan sebagai materi grafis fragmen 3 pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984. Pada pameran ini Masjid Istiqlal ditempatkan dalam sebuah fragmen tersendiri. Masjid Istiqlal adalah separuh hidup Friedrich Silaban. Sejak tahun 1955, selama lebih dari 24 tahun, Friedrich Silaban hampir tidak putus mengawal perwujudan mahakaryanya hingga menjelang akhir hayatnya. Meskipun dirundung berbagai kesulitan – mulai dari kesulitan teknis, kekurangan dana, hingga krisis ekonomi dan politik – Masjid Istiqlal ini akhirnya memperoleh restu rezim politik yang baru. Pekerjaan besar ini kemudian, dengan pelan namun pasti, memperoleh wujudnya. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Ruang Luar Masjid Istiqlal |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Foto lapangan terbuka Masjid Istiqlal yang digunakan sebagai materi grafis fragmen 3 pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984. Pada pameran ini Masjid Istiqlal ditempatkan dalam sebuah fragmen tersendiri. Masjid Istiqlal adalah separuh hidup Friedrich Silaban. Sejak tahun 1955, selama lebih dari 24 tahun, Friedrich Silaban hampir tidak putus mengawal perwujudan mahakaryanya hingga menjelang akhir hayatnya. Meskipun dirundung berbagai kesulitan – mulai dari kesulitan teknis, kekurangan dana, hingga krisis ekonomi dan politik – Masjid Istiqlal ini akhirnya memperoleh restu rezim politik yang baru. Pekerjaan besar ini kemudian, dengan pelan namun pasti, memperoleh wujudnya. |
KREDIT |
Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |


JUDUL | Grafis Dinding Fragmen 4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Gambar sketsa dan catatan F. Silaban mengenai bentuk arsitektur yang tanggap terhadap iklim tropis, hujan, serta angin. Grafis ini diletakkan pada fragmen 4 di ruang pameran Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984, gedung D, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 7-24 November 2017 |