Bundaran HI


JUDUL | Idee Pendahuluan Tiang Perhiasan Bundaran dj. Thamrin Djakarta |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Bundaran HI, Monumen Selamat Datang |
DESKRIPSI | Kalkir (Calque) |


JUDUL | Idee Pendahuluan ke-2 Tiang Perhiasan Bundaran Djalan Thamrin. Djakarta. |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Bundaran HI, Monumen Selamat Datang |
DESKRIPSI | Kalkir (Calque) |


JUDUL | Idee Pendahuluan ke-4 Tiang Perhiasan Bundaran Djalan Thamrin. Djakarta. |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Bundaran HI, Monumen Selamat Datang |
DESKRIPSI | Kalkir (Calque) |


JUDUL | Idee Pendahuluan ke-4 Tiang Perhiasan Bundaran Djalan Thamrin. Djakarta. |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Bundaran HI, Monumen Selamat Datang |
DESKRIPSI | Kalkir (Calque). Pada usulan terakhirnya, F. Silaban menawarkan bentuk yang lebih kompleks. Landasannya terdiri dari dua buah lingkaran yang masing-masing dikurung oleh dua belas tiang. Letak titik-titik tiang itu dibagi sama rata menggunakan sumbu imajiner yang ditarik dari pusat lingkaran ke garis terluar lingkaran. Pada ketinggian empat meter di tiap tiang lingkaran bagian luar, terdapat patung manusia dengan gerak tubuh yang berbeda-beda. Sedangkan pada lingkaran yang dalam, dua belas tiang pipih menopang satu lingkaran kecil pada ketinggian 24 meter di atasnya, menjadi landasan untuk dua buah patung utama dengan gestur melambaikan tangan seperti pada rancangannya yang lain. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |


JUDUL | Idee Pendahuluan Tiang Perhiasan Bundaran Djalan Thamrin Djakarta. |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Bundaran HI, Monumen Selamat Datang |
DESKRIPSI | Kalkir (Calque). Pada usulan kedua, F. Silaban menggambar dua pilar setinggi 23 meter untuk menopang patung pada dua bagian yang terpisah, kedua pilar itu disambungkan oleh sebuah portal yang membusur di bagian atasnya, dengan sebuah podium menyerupai bentuk huruf X di bagian paling bawah. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |


JUDUL | Idee Pendahuluan Tiang Perhiasan Bundaran dj. Thamrin Djakarta 1:100 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Bundaran HI, Monumen Selamat Datang |
DESKRIPSI | Kalkir (Calque). Gagasan pertamanya menggunakan struktur portal tunggal setinggi 18 meter untuk menopang kedua patung dengan landasan podium berbentuk lingkaran kecil, hampir serupa dengan yang terbangun sekarang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |


JUDUL | Idee ke-3 Tiang Perhiasan Bundaran Djalan Thamrin, Djakarta, skala 1:100 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Bundaran HI, Monumen Selamat Datang |
DESKRIPSI | Kalkir (Calque). Pada usulan ketiga, F. Silaban menambahkan bingkai di bagian terluar struktur portal utama dan patung setinggi 25,5 meter, dengan menggunakan bentuk lengkung di bagian atas sebagai penegasan pembingkai patung. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |


JUDUL | Fragmen Rumah Adhi Moersid & Bundaran HI dalam Pameran occupying>modernism |
PROYEK | Bundaran HI, Monumen Selamat Datang |
DESKRIPSI | Fragmen arsip Rumah Adhi Moersid & Bundaran HI, karya fotografi Alvin Tjitrowirjo, karya instalasi objek Cecil Mariani, dan karya komik Hikmat Darmawan di Galeri Kopimanyar, Bintaro. |
KREDIT |
Produksi: arsitekturindonesia.org Program: SEAM Encounters Foto: William Sutanto |
TERBITAN | 24 Oktober - 15 November 2019 |