Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Perspektif dari Teras, Arah Timur Masjid Istiqlal (gambar 10) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Perspektif dari teras, arah timur, Masjid Istiqlal; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Tampak Sisi Selatan Masjid Istiqlal (gambar nomor 4) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Tampak selatan, Masjid Istiqlal; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Perspektif Interior ke Arah Mihrab Masjid Istiqlal (gambar 12) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Perspektif interior ke arah mihrab, Masjid Istiqlal; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Perspektif Masjid dari Barat Daya (gambar 9) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Perspektif dari barat daya, Masjid Istiqlal; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Gambar Irisan AA, Gambar Irisan BB, Irisan CC, Gambar Rencana Balkon, Gambar Gevel Utara, Gevel Timur, Gevel Barat, dan Detail Prinsip (gambar nomor 7) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | gambar irisan AA, gambar irisan BB, irisan CC, gambar rencana balkon, gambar gevel utara, gevel timur,gevel barat, dan detail prinsip; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Tampak Sisi Selatan Masjid Istiqlal (gambar 5) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Tampak sisi selatan, Masjid Istiqlal; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Tampak Sisi Utara Masjid Istiqlal (gambar nomor 6) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Tampak sisi utara Masjid Istiqlal; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Tampak Sisi Barat Masjid Istiqlal (gambar nomor 8) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Tampak sisi barat Masjid Istiqlal; Friedrich Silaban membuat 12 lembar gambar untuk usulan gambar Masjid Istiqlal yang disertakan dalam pemasukan sayembara. Dalam 12 lembar – berkode “Motto Ketuhanan” - tersebut terdapat gambar situasi dan tapak, denah, beberapa tampak, beberapa potongan, beberapa perspektif eksterior bangunan, dan sebuah perspektif interior. Gambar-gambar ini merupakan set gambar yang digambar ulang pada tahun 1962 oleh Friedrich Silaban setelah mengetahui bahwa gambar-gambar pemasukan sayembara tahun 1954-1955 ternyata hilang. |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Masjid Istiqlal Motto Ketuhanan - Perspektif dari Sudut Utara Masjid Istiqlal (gambar 11) |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
PROYEK | Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal |
DESKRIPSI | Perspektif dari sudut utara, Masjid Istiqlal |
KREDIT |
Arsip F. Silaban, Bogor Foto Repro: Rusmin Haryanto |
TERBITAN | 1962 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 1-1 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip Fragmen 1: Menjadi Silaban. Friedrich Silaban merupakan sosok yang utuh yang tidak memiliki banyak wajah. Kepribadiannya terbentuk dengan moral yang tak lengah dan etos kerja yang tinggi. Sosok profesional dan pribadinya dibentuk oleh beberapa hal yang ditumbuhkan sepanjang hayat, diantaranya adalah bakat, keluarga, lingkungan sosial, latar pendidikan, wawasan, dan zaman. Fragmen 1-1 ini kumpulan arsip dan artefak yang berhubungan dengan keluarga Silaban. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 1-2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip Fragmen 1-2: kumpulan arsip yang berhubungan dengan perjalanan arsitek Friedrich Silaban. Berisi sketsa, perjalanan ke Belanda, Jepang, India, dan Amerika Serikat. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 1-3 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip Fragmen 1-3: kumpulan arsip yang berhubungan dengan karir arsitek Friedrich Silaban; Peralatan gambar, Foto siswa di Koningin Wilhelmina School, ijazah diploma, buku seni bangunan dan profesi. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 1-4 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Fragmen 1-4: kumpulan arsip yang berhubungan peran dan karya-karya awal arsitek Friedrich Silaban. Berisi benda-benda, pas foto, arsip Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Bogor, arsip Sekolah Menengah Atas Pertanian Bogor, arsip Taman Makam Pahlawan Kalibata, kartu nama Friedrich Silaban, kartu pensiun Friedrich Silaban sebagai pegawai dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Bogor, paspor istana, kartu Dewan Perancang Nasional, piagam penghargaan Bintang Jasa Presiden RI, foto udara kawasan Bonandolok. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke Kanan: Potongan koran “Bendera Islam”, Juli 1955, memberitakan hasil sayembara rancangan Masjid Istiqlal, amplop surat dari presiden Soekarno kepada Friedrich Silaban, sebuah katabelece (surat pendek) dari Presiden Soekarno kepada Friedrich Silaban yang meminta pertimbangannya atas “bakat seseorang yang berminat pada perancangan arsitektur interior”, foto Friedrich Silaban bersama Soekarno pada pertengahan dekade 1950, sebuah nota dari Presiden Soekarno kepada Friedrich Silaban perihal penyediaan lahan bagi sebuah proyek, menggunakan kertas berkop surat kantor Perdana Menteri. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip foto Presiden Soekarno menyalami Friedrich Silaban dalam acara pengumuman pemenang sayembara perancangan Tugu Nasional, 1955 (kiri atas), foto di Istana Bogor pada pertengahan dekade 1950 (kiri bawah), dan Sketsa memo Presiden Soekarno kepada Friedrich Silaban menunjukkan gagasan massa sebuah bangunan perkantoran di lahan berbentuk trapesium, tepat di latar monumen yang disebut sebagai Tugu Tani saat ini (kanan). |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Foto album liputan kunjungan Presiden Soekarno ke proyek Hotel Banteng, sekitar 1963. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 2 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Arsip Foto-foto kunjungan Presiden Soekarno dan Hartini ke kediaman Friedrich Silaban, Jalan Gedung Sawah, Bogor, 1960. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |


JUDUL | Kumpulan Arsip Fragmen 3 |
ARSITEK | Friedrich Silaban |
DESKRIPSI | Foto proses kurasi arsip F. Silaban untuk menyesuaikan posisi gambar pada bingkai dan passe-partout. Kiri ke kanan: Menteri Pertanian Thoyib Hadiwidjaja merekomendasikan dua nama arsitek lansekap dari Departemen Pertanian – Macjudi dan Ramelan - kepada Friedrich Silaban untuk mengerjakan lansekap proyek Masjid Istiqlal, 26 Juli 1976; Surat penagihan jasa pekerjaan perencanaan dari N.V. Silaban kepada proyek Masjid Istiqlal, 2 Oktober 1972. An invoice from N.V. Silaban to Istiqlal Mosque project, 2 October 1972; “Masjid Istiqlal dan Perkembangannya”, disusun oleh Pelaksana Pembangunan Masjid Istiqlal pada tahun 1972, menegaskan dukungan Presiden Soeharto atas kelanjutan pembangunan proyek Masjid Istiqlal. Foto menampilkan kunjungan pertama Presiden Soeharto ke Masjid Istiqlal tahun 1972; Berkas-berkas perjalanan Friedrich Silaban ke Teheran dan Kairo dalam rangka mencari pembuat karpet pelapis lantai gedung utama Masjid Istiqlal. Kiri ke kanan: Surat terbuka yang ditulis oleh Friedrich Silaban untuk menjelaskan runutan keterlibatannya serta hal-hal yang terjadi (dan tidak terjadi) sejak penetapannya sebagai pemenang sayembara Masjid Istiqlal tahun 1955 hingga tahun 1962; Laporan perjalanan tim pembangunan Masjid Istiqlal ke Jerman; Foto maket rancangan Masjid Istiqlal yang merujuk pada rancangan pertama Friedrich Silaban sewaktu mengikuti sayembara di tahun 1954-1955; Sekretariat Negara menetapkan jumlah dan hitungan honor bulanan bagi pejabat-pejabat pimpinan pelaksana pembangunan Masjid Istiqlal – Soedarto dan Friedrich Silaban – pada tahun 1971-1972. |
KREDIT | Pameran Produksi Pusat Dokumentasi Arsitektur dan Arsitekturindonesia.org |
TERBITAN | 14 September 2017 |